Song of The Day

Bismillahirrahmanirrahim

 

Ada sebuah lagu yang lagi seneng saya putar setiap kali saya membuka laptop. Apa yaa?? Haha, lagu ini diciptakan oleh almarhum Elfa Secioria, maestro musik yang telah menetaskan banyak mussisi besar. Lagu ini dibawakan oleh Elfa Singer’s dan Sherina. Judulnyaa… Selamat Datang Cinta.

Lirik dan musiknya enak banget buat didengerin, kira-kira beginilah liriknya

Dulu tiada pernah kusadari
Kini tiada pernah kusesali
Dalam pesona, dalam tatapanmu
Hatiku dan jiwaku
T’lah berpadu bersamamu

*
Hari-hari indah kulalui
Bunga-bunga cintaku bersemi
Hanya denganmu kuingin membagi
Ceriaku, harapanku
Bersama hangatnya mentari

Reff.
Aku tak kuasa dan tiada mungkin kuhindari
Getar-getar rasa nada-nada asmara
Di dalam hati ini
Aku tak kuasa dan tiada mungkin kuhindari
Suara dari sanubari
Menyapa “S’lamat datang cinta!”

Back to *, Reff:

Hanya denganmu kuingin membagi
Ceriaku, harapanku
Bersama hangatnya mentari

Back to Reff:

 

Hehe, bukan bermaksud apa-apa lhoo, hanya suka saja dengan musiknya :)

Holidays with Fams :)

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah berkutat seminggu dengan Buninagara ditambah jadwal kepulangan yang sempat ditunda karena beberapa hal, kerinduan akan rumah segera terobati kala berjumpa dengan sosok yang senantiasa menyambut kepulangan saya di depan rumah setiap saya pulang. Sengaja saya kosongkan semua jadwal bertemu dengan teman-teman lama agar bisa menikmati waktu bersama keluarga, dan memang untungnya sedikit teman lama saya yang juga sedang berlibur di rumah.

Tidak adil rasanya jika waktu untuk dunia saya selama 6 bulan hanya saya bayar dengan 10 hari saja, akhirnya saya pun menunda kepulangan agar saya bisa lebih berbakti dan mengobati kerinduan mereka kepada anak bungsunya itu. Belum lengkap rasanya jika sang orang tua ini tidak berjumpa dengan putri sulungnya yang saat itu tidak pulang karena harus menyelesaikan tugas akhirnya.

Akhirnya diputuskanlah kalau kami bertiga berangkat bersama ke Bandung dengan kondisi abah yang sedang sakit gigi (kasian liat abah gak bisa tidur nyenyak euy). Sesampai di Bandung (hari Rabu) lagi-lagi si anak bungsu ini tidak bisa berbakti secara maksimal karena saya mesti mengerjakan hal-hal yang penting. Hingga hari jumat, waktu saya benar-benar untuk kuliah dan menyelesaikan peer selama ditinggal pulang. Namun bukan berarti saya melupakan bahwasanya orangtua saya sedang berada di Bandung, saya justru memikirkan bagaimana menikmati liburan yang menyenangkan di saat mereka hendak kembali ke rumah.

Hari sabtu, sesudah saya membayar 5000 untuk berobat di poliklinik kampus, saya pun sibuk menghubungi rental mobil dan mengusahakan agar kami bisa berlibur di luar. Saya ingin menunjukkan pemandangan alam di Bandung karena jujur saya tidak terlalu suka pergi ke pasar (dan pasar baru adalah tempat favorit ibu saya kalo ke Bandung, jadi sebelum beliau mengajak saya kesana, saya sudah mengantisipasinya dengan mengajak keluarga ke tempat lain, fyuuuhh, haha),

Destinasi pertama kami adalah Gunung Tangkuban Perahu. Berbekal supir dan berharap obyek ini belum tutup saat kami sampai kesana, kami pun nekat berangkat jam 13.30 dan diluar padahal sudah mulai gerimis! Mungkin Allah mendengar niat saya ingin mengajak abah-ibu-kakak melihat apa yang sudah saya lihat, hingga kami masih bisa menikmati pemandangan yang ada.

Saya, Ibu, Abah

Abah, Ibu, Kakak

Setelah puas melihat-lihat, kami pun melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan, karena lapar, kami pun mampir ke sebuah tempat kuliner khas Lembang. Tahu Susu Tahu Tauhid. Beberpa potong tahu kami pesan dan santap di tempat tanpa habis. Enak sih, teksturnya memang lembut. Kami pun melanjutkan ke Punclut, padahal saya berharap sampai di Punclut udah agak malem, sehingga bisa melihat pemandangan kota yang ramai dibicarakan orang itu, tapi nyatanya sampai disana, langit masih sangat cerah, apa daya, niat ini pun gagal, haha, mungkin lain kali.

Makan tahu di Tahu Tauhid :)

Ibu dan kakak memang jago belanja, dan mereka pun mengajak ke Ciwalk. Oke, saya pun ikut sekalian solat dulu dan cari makan disana. Setelah berputar-putar (mpe lapar, haha) saya dan abah pun memutuskan makan malem, sementara ibu dan kakak saya masih bersemangat berjalan-jalan di Ciwalk. Bukannya tidak tertarik untuk belanja, namun karena sudah agak capek dan sedang tidak ingin membeli barang, ya saya tidak bersemangat untuk belanja kali ini. Bagi saya belanja adalah hal yang menyenangkan ketika saya memang mood untuk belanja, dan kalau sudah suka n cocok dengan barang ini, yaudah dibeli aja, gak pake tawar-tawaran yang lama banget.

Lanjut hari selanjutnya (Minggu), pagi-pagi kami pun sudah berangkat menuju Kawah Putih, dan memang ibu sangat suka berada di lokasi satu ini. Tak lupa saya ingatkan untuk memakai jaket karena udaranya yang memang dingin sekali. Setelah puas berfoto, kami pun menuju obyek terahir liburan kali ini yaitu Situ Patenggang. Senang rasanya melihat ekspresi ibu-abah yang tercengang dengan pemandangan kebun the yang seakan-akan gak ada habisnya itu. Haha, lucu euy. Di Situ Patenggang, kami naek perahu, foto-foto dan akhirnya pulang karena waktu peminjangan si mobil udah hampir habis.

Senang karena liburan ini menjadi liburan yang berbeda buat keluarga kami, dan sedih ketika tahu ada masalah dengan bis yang akan dinaiki ibu. Hanya doa semoga ibu dan abah selamat sampai tujuan, dan semoga di liburan selanjutnya kami masih bisa menikmatinya bersama-sama dengan suasana lebih menyenangkan di tempat yang lebih menyejukkan.

Saya, Kakak, Abah, Ibu @ Kawah Putih

 

Abah paling ganteng euy, haha

 

Di Lokasi Batu Cinta, haha :)

Film Inspiratif-Petualangan Sherina

Bismillahirrahmanirrahim

Pengalaman seminggu kemaren di Buninagara menghempaskan saya akan kerinduan mendalam dengan sebuah film inspiratif jaman saya kecil. Film itulah yang membuat saya penasaran sekali dengan Kota Bandung yang digambarkan sebagai sebuah kota sejuk, penuh dengan kebun teh, pohon-pohon rindang, dan pemandangan indah lainnya. Dan dari film itulah, kemudian saya menyukai benda-benda langit.

Apa judul film ituu??? Dan jawabannya adalah…PETUALANGAN SHERINA! Film karya Riri Riza dan produksi Mira Lesmana ini menjadi film tersukses yang mampu membius saya hingga kini saya duduk di bangku perkuliahan. Begitu rindunya dengan film ini (meskipun dulu sudah ditonon berkali-kali sampai bosan), saya pun mencari film itu di Youtube dan Mbah Google, haha.

Saya tonton lagi kisahnya, 2 sampai 3 kali (haha). Dan saya menyadari bahwa film itu dirilis tahun 2000, itu artinya 12 tahun lalu. Bagi saya tidak ada film yang mampu menyaingi Petualangan Sherina. Sekarang ini banyak film tidak mutu yang hanya menawarkan cinta semu, horror, dan kekerasan/seks. Sangat jarang yang mengangkat tema keluarga dan dikemas secara musikal.

Alurnya sungguh sederhana, hanya menceritakan seorang anak (Sherina) yang pindah dari Jakarta ke Bandung karena ayahnya mendapat pekerjaan di Paris Van Java itu. Di bandung, dia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang nakal (Sadam-Derby Romero), yang ternyata anak dari atasan ayahnya. Mereka (Sherina dan Sadam) menghabiskan liburan bersama, namun sayangnya Sadam diculik oleh orang yang ingin menguasai perkebunan ayah Sadam. Layaknya film drama dimana ada penjahat, maka si penjahat pun akan kalah. Begitu juga di film ini, akhirnya Sherina berhasil menyelamatkan Sadam, dan keudian mereka pun berteman akrab (yang awalnya saling benci).

Bukan alur kisahnya yang jadi focus perhatian saya, melainkan musik dan lagu yang ada selama film tersebut berputar. Dan ternyata setelah sebesar ini saya pun baru menyadari bahwa semua aransemen music dan lagunya diciptakan oleh Almarhum Elfa Secioria, seorang legenda music di belantika music Indonesia. Bahkan Sherina menjadi besar pun karena berguru pada sang maestro yang juga telah menetaskan penyanyi-penyanyi besar seperti Ruth Sahanaya, Yovie Widianto, Ucie Nurul, dll.

Cermatilah lirik-lirik lagu yang ada seperti Lihatlah Lebih Dekat, kemudian Theme Song-nya sendiri, dan Persahabatan. Liriknya begitu tersurat dan indah menurut saya. tidak seperti lagu-lagu jaman sekarang. Sangat jarang lagu yang bisa dinikmati oleh anak-anak yang punya muatan moral seperti lagu-lagu Sherina jaman itu. Dan mungkin film ini akan saya perlihatkan untuk penerus-penerus saya agar mereka bisa memahami nilai-nilai tulus seperti persahabatan dan kekeluargaan, meskipun akan sangat jadul sekali, haha.

Berikut adalah beberapa lirik lagu Petualangan Sherina yang sedang saya putar untuk mengobati kerinduan saya akan masa kecil :) :):)

Bila kita dapat memahami
matahari menemani
kita dalam kehangatan
hingga sang rembulan bersenandung
meninabobokan seisi dunia
dalam lelap setia
tanpa terpaksa

Bila engkau dapat mengerti
sahabat adalah setia
dalam suka dan duka
kau ‘kan dapat berbagi rasa..untuknya

Begitulah seharusnya
jalani kehidupan
setia..setia..
dan tanpa terpaksa

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar

Lihat segalanya
lebih dekat
dan kau akan mengerti

Dan ini satu lagi yang juga mesti direnungkan (Persahabatan) :

Setiap manusia di dunia
Pasti punya kesalahan
Tapi hanya yang pemberani
Yang mau mengakui

Setiap manusia di dunia
Pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa satria
Yang mau memaafkan

Betapa bahagianya
Punya banyak teman
Betapa senangnya

Betapa bahagianya
Dapat saling menyayangi
Mensyukuri karunia-Nya


Saya berharap akan ada film-film Petualangan Sherina lainnya yang bisa menjadi inspirasi bagi anak Indonesia sehingga mereka melihat apa yang seharusnya mereka nikmati di usia mereka. Film adalah sebuah media yang menurut saya sangat strategis untuk mengubah pola pikir manusia. Dan jika film yang disuguhkan tak ada nilai-nilai moral yang pantas, maka sudah bisa ditebak bangsa ini akan jadi seperti apa :)