Bismillahirrahmanirrahim
Setelah berkutat seminggu dengan Buninagara ditambah jadwal kepulangan yang sempat ditunda karena beberapa hal, kerinduan akan rumah segera terobati kala berjumpa dengan sosok yang senantiasa menyambut kepulangan saya di depan rumah setiap saya pulang. Sengaja saya kosongkan semua jadwal bertemu dengan teman-teman lama agar bisa menikmati waktu bersama keluarga, dan memang untungnya sedikit teman lama saya yang juga sedang berlibur di rumah.
Tidak adil rasanya jika waktu untuk dunia saya selama 6 bulan hanya saya bayar dengan 10 hari saja, akhirnya saya pun menunda kepulangan agar saya bisa lebih berbakti dan mengobati kerinduan mereka kepada anak bungsunya itu. Belum lengkap rasanya jika sang orang tua ini tidak berjumpa dengan putri sulungnya yang saat itu tidak pulang karena harus menyelesaikan tugas akhirnya.
Akhirnya diputuskanlah kalau kami bertiga berangkat bersama ke Bandung dengan kondisi abah yang sedang sakit gigi (kasian liat abah gak bisa tidur nyenyak euy). Sesampai di Bandung (hari Rabu) lagi-lagi si anak bungsu ini tidak bisa berbakti secara maksimal karena saya mesti mengerjakan hal-hal yang penting. Hingga hari jumat, waktu saya benar-benar untuk kuliah dan menyelesaikan peer selama ditinggal pulang. Namun bukan berarti saya melupakan bahwasanya orangtua saya sedang berada di Bandung, saya justru memikirkan bagaimana menikmati liburan yang menyenangkan di saat mereka hendak kembali ke rumah.
Hari sabtu, sesudah saya membayar 5000 untuk berobat di poliklinik kampus, saya pun sibuk menghubungi rental mobil dan mengusahakan agar kami bisa berlibur di luar. Saya ingin menunjukkan pemandangan alam di Bandung karena jujur saya tidak terlalu suka pergi ke pasar (dan pasar baru adalah tempat favorit ibu saya kalo ke Bandung, jadi sebelum beliau mengajak saya kesana, saya sudah mengantisipasinya dengan mengajak keluarga ke tempat lain, fyuuuhh, haha),
Destinasi pertama kami adalah Gunung Tangkuban Perahu. Berbekal supir dan berharap obyek ini belum tutup saat kami sampai kesana, kami pun nekat berangkat jam 13.30 dan diluar padahal sudah mulai gerimis! Mungkin Allah mendengar niat saya ingin mengajak abah-ibu-kakak melihat apa yang sudah saya lihat, hingga kami masih bisa menikmati pemandangan yang ada.

Saya, Ibu, Abah

Abah, Ibu, Kakak
Setelah puas melihat-lihat, kami pun melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan, karena lapar, kami pun mampir ke sebuah tempat kuliner khas Lembang. Tahu Susu Tahu Tauhid. Beberpa potong tahu kami pesan dan santap di tempat tanpa habis. Enak sih, teksturnya memang lembut. Kami pun melanjutkan ke Punclut, padahal saya berharap sampai di Punclut udah agak malem, sehingga bisa melihat pemandangan kota yang ramai dibicarakan orang itu, tapi nyatanya sampai disana, langit masih sangat cerah, apa daya, niat ini pun gagal, haha, mungkin lain kali.

Makan tahu di Tahu Tauhid
Ibu dan kakak memang jago belanja, dan mereka pun mengajak ke Ciwalk. Oke, saya pun ikut sekalian solat dulu dan cari makan disana. Setelah berputar-putar (mpe lapar, haha) saya dan abah pun memutuskan makan malem, sementara ibu dan kakak saya masih bersemangat berjalan-jalan di Ciwalk. Bukannya tidak tertarik untuk belanja, namun karena sudah agak capek dan sedang tidak ingin membeli barang, ya saya tidak bersemangat untuk belanja kali ini. Bagi saya belanja adalah hal yang menyenangkan ketika saya memang mood untuk belanja, dan kalau sudah suka n cocok dengan barang ini, yaudah dibeli aja, gak pake tawar-tawaran yang lama banget.
Lanjut hari selanjutnya (Minggu), pagi-pagi kami pun sudah berangkat menuju Kawah Putih, dan memang ibu sangat suka berada di lokasi satu ini. Tak lupa saya ingatkan untuk memakai jaket karena udaranya yang memang dingin sekali. Setelah puas berfoto, kami pun menuju obyek terahir liburan kali ini yaitu Situ Patenggang. Senang rasanya melihat ekspresi ibu-abah yang tercengang dengan pemandangan kebun the yang seakan-akan gak ada habisnya itu. Haha, lucu euy. Di Situ Patenggang, kami naek perahu, foto-foto dan akhirnya pulang karena waktu peminjangan si mobil udah hampir habis.
Senang karena liburan ini menjadi liburan yang berbeda buat keluarga kami, dan sedih ketika tahu ada masalah dengan bis yang akan dinaiki ibu. Hanya doa semoga ibu dan abah selamat sampai tujuan, dan semoga di liburan selanjutnya kami masih bisa menikmatinya bersama-sama dengan suasana lebih menyenangkan di tempat yang lebih menyejukkan.


Saya, Kakak, Abah, Ibu @ Kawah Putih

Abah paling ganteng euy, haha

Di Lokasi Batu Cinta, haha